15 September 2009

Laporan Pesantren Sabily 2009

LAPORAN PELAKSANAAN
WORKSHOP NASIONAL LINUX UNTUK PENDIDIKAN
PESANTREN SABILY 2009
DI SMA MUHAMMADIYAH 1 WELERI
5 – 6 September 2009


A. Pendahuluan
Penggunaan perangkat lunak berbasis Open Source di ranah pendidikan Indonesia diketahui masih rendah. Ketidakpedulian warga sekolah pada Open Source pada umumnya terjadi karena ketakutan mereka pada asumsi pemakaian yang sulit, tidak familiar, dan sulitnya mencari aplikasi ini di lapangan. Keadaan ini kadang diperparah dengan banyaknya sekolah yang secara sadar menggunakan aplikasi bajakan untuk proses pembelajaran. Hilangnya visi teknologi pembelajaran dari pemimpin di sekolah disinyalir menjadi salah satu penyebab utama rendahnya pengetahuan tentang Open Source ini.
Kurang lebih sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 6 Agustus 2009, SMA Muhammadiyah 1 Weleri telah menyatakan diri sepenuhnya migrasi ke Open Source, dan diresmikan oleh Kabid Dikmen Disdikpora Kab. Kendal, Drs. Utomo, M.Pd. Peristiwa ini menjadi sejarah yang sangat berharga bagi SMA Muhammadiyah 1 Weleri, karena menjadi sekolah yang pertama di Kab. Kendal yang melakukan migrasi penuh ke Open Source dan dimuat di Radar Pekalongan pada tanggal 9 Agustus 2009. Dari sinilah SMA Muhammadiyah 1 Weleri merasakan dan menyadari betapa pentingnya memahamkan konsep dan realitas Open Source untuk publik pendidikan di wilayah Kab. Kendal khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Hal inilah yang mendorong SMA Muhammadiyah 1 Weleri untuk menggagas dan mengadakan acara Pesantren Sabily 2009 yang menghadirkan Dr. Onno W. Purbo, salah satu pakar terkemuka TI khususnya Open Source Indonesia, dan Agus Muhajir, S.Kom, sang pengembang SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah).

B. Jalannya Acara
Pesantren Sabily 2009 SMA Muhammadiyah 1 Weleri diselenggarakan selama dua hari, yakni tanggal 5 – 6 September 2009. Acara Pesantren Sabily dibuka secara resmi oleh Kabid Dikmen Disdikpora Kab. Kendal, Dr. Utomo, M.Pd., tanggal 5 September 2009, kurang lebih jam 9 pagi. Berbeda dengan acara workshop yang pada umumnya terkesan resmi, acara ini dikemas “sersan” serius tapi santai, yakni model lesehan. Model lesehan ini sengaja dipilih untuk memudahkan peserta menyesuaikan diri manakala lelah, dengan bisa tiduran dan seterusnya, dan juga untuk lebih mendekatkan pembicara kepada para peserta. Menurut Pak Onno, workshop Linux model lesehan ini yang pertama kali diadakan di Indonesia.
Peserta yang hadir di acara ini sebanyak 39 orang, dengan rincian 36 orang dari Kab. Kendal, 1 orang dari SMA N 1 Lasem, 1 orang dari SMA 1 Mejobo, Kudus, dan 1 orang dari SMKN 1 Pringsurat Kab. Temanggung. Peserta yang hadir tak hanya dari kalangan pendidikan namun juga dari rumah sakit. Beliau ini hadir karena tertarik untuk mengganti seluruh aplikasi komputer di rumah sakit dengan aplikasi Open Source. Salah satu peserta istimewa di acara ini adalah Drs. Utomo, M.Pd., Kabid Dikmen Disdikpora Kab. Kendal, yang berkenan hadir di seluruh sesi acara. Beliau hadir bersama dua orang stafnya.

C. Pendukung Acara
Acara ini didukung oleh Kementrian RISTEK Republik Indonesia, HSC Computer Kaliwungu, Kendal, dan seluruh civitas akademik SMA Muhammadiyah 1 Weleri.

D. Materi Pelatihan
Rincian materi pelatihan di Pesantren Sabily 2009 SMA Muhammadiyah 1 Weleri, adalah sebagai berikut :
1.Pengenalan dan pemahaman konsep dan pengembangan Open Source, oleh Pak Onno. Beliau menyampaikan bahwa aplikasi berlisensi belum tentu memberikan “hak milik” kepada pembeli dan penggunanya, namun hanya memberikan hak guna pakai untuk satu orang pemakai (saja). Hal ini mengesankan produsen aplikasi tersebut “menipu” konsumen. Ini terjadi karena rata-rata konsumen tidak pernah membaca End User Licence Agreement. Konsekuensi dari hal ini adalah pada saat komputer berlisensi tersebut dijual, maka pembeli komputer bekas tersebut tetap harus membeli lagi lisensinya, sesuai harga yang berlaku. Satu-satunya solusi agar lepas dari “penjajahan” ini adalah dengan menggunakan Open Source, yang gratis dan legal. Dua hal yang ditekankan disini adalah penghematan anggaran yang luar biasa jika memakai Open Source dan ketaatan pada hukum (HAKI) yang sudah diundangkan di wilayah hukum Indonesia.
2.Instalasi, konfigurasi, dan pemahaman Distro Sabily (Ubuntu 9.04 Muslim Edition), oleh Pak Onno. Beliau menjelaskan hampir semua aplikasi dan ditunjukkan satu demi satu, fungsi dan cara menjalankannya. Menurut beliau, Distro Sabily sangat diminati di Indonesia. Hal ini tidak aneh mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Kemampuan Sabily yang mampu menampilkan font arabic secara sempurna, mengikutsertakan aplikasi-aplikasi khusus Muslim, seperti Adzan, Zikr, dan Thwab (pembaca kitab arab digital), menjadikan Sabily menjadi idola di kalangan kaum muslimin Indonesia. Setelah melihat satu demi satu aplikasi yang ada di Distro Sabily dan membandingkannya dengan aplikasi berbayar, sebagian besar peserta menyatakan kekagumannya dan siap melakukan migrasi, karena tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Pada kenyataannya, semua aplikasi untuk kebutuhan sehari-hari sudah mampu didukung secara penuh.
3.Instalasi, konfigurasi, dan pemahaman Distro SchoolOnffline, oleh Pak Onno. Inilah distro yang begitu diinstall akan “menyulap” sebuah komputer menjadi server yang mampu menyediakan berbagai layanan pendidikan. Aplikasi-aplikasi yang disediakan antara lain : Moodle, Senayan, Wiki, Blog, SISFOKOL, email-server, ftp-server, web server, dan masih bisa ditambahkan aplikasi-aplikasi lain, misal : chatting-server, sentral telepon, dan lain-lain. Bisa dikatakan inilah one-stop solution untuk layanan intranet sekolah. Secara khusus beliau menyarankan agar server ini tidak dihubungkan ke internet, mengingat semua opsi pengamanan di-non-aktifkan. Server bisa dan boleh dihubungkan ke internet jika semua opsi pengamanan diaktifkan. Pada sesi ini beliau menunjukkan bahwa untuk membuat server sekolah tidak perlu membeli server khusus yang harganya mencekik leher, namun cukup komputer biasa yang spesifikasinya ditambah sedikit di atas rata-rata, agar semua aplikasi server yang ada bisa diakses dengan nyaman. Dengan Distro SchoolOnffline, siswa bisa belajar lewat Moodle, belajar Blog tanpa harus terhubung ke internet, membuat intranet-email, mengakses perpustakaan digital, dan lain-lain.
4.Instalasi, konfigurasi, dan pemahaman SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah), oleh Agus Muhajir, S.Kom, sang pengembang aplikasi ini sendiri. Inilah untuk pertama kalinya pengembang SISFOKOL menampilkan diri di depan publik Kendal. Mas Hajir, demikian beliau biasa dipanggil, memberikan informasi tentang SISFOKOL secara lengkap dan sekaligus menunjukkan bagaimana langkah-langkah instalasi dan konfigurasi agar sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing.
5.Bonus materi : pengenalan pembuatan sentral telepon otomatis dengan menggunakan Linux, oleh Pak Onno. Di sesi akhir ini, Pak Onno masih berkenan membagi ilmu luar biasanya, yakni bagaimana membuat dan mendayagunakan STO berbasis Linux. Dengan menggunakan komputer server yang cukup kuat, STO Linux ini mampu mengungguli kemampuan STO Telkom Semarang. Bahkan dengan digabungkan dengan alat tertentu, pengguna bisa melakukan utak-atik agar tiap panggilan bisa “dikondisikan” sesuai dengan “demand operator”, sehingga pengguna cukup membayar dengan biaya pulsa yang sangat murah. Untuk penggunaan kantor atau sekolah, STO Linux bisa dijadikan pusat komunikasi internal, yang dalam pemanfaatannya cukup menggunakan mic dan speaker yang ada di komputer atau laptop, selama komputer atau laptop tersebut terhubung ke jaringan sekolah.


E. Rencana Tindak Lanjut
Menindaklanjuti Pesantren Sabily ini, Drs. Utomo, M.Pd., Kabid Dikmen Dinas Dikpora Kab. Kendal, menyatakan, pada tahap pertama akan memigrasikan komputer-komputer yang ada di kantor Dinas Dikporan Kab. Kendal ke Open Source secara bertahap dan akan membangun server untuk keperluan pendidikan Kab. Kendal yang bisa diakses oleh seluruh sekolah di Kendal, terutama sekolah-sekolah yang sudah memiliki jaringan internet.
Tahap kedua membangun komputer server di kantor Dinas Dikpora Kab. Kendal. Komputer server direncanakan akan menjalankan Distro SchoolOnffline, dan memfungsikan seluruh layanan yang ada, terutama Moodle, Wiki, Blog, perpustakaan digital, dan email-server. Tahap pertama yang akan dilaksanakan adalah mengoptimalkan pertemuan MGMP-MGMP yang ada, salah satunya tujuannya adalah mampu membuat dan meng-upload materi-materi pembelajaran berikut soal-soalnya ke server Moodle yang ada di kantor Disdikpora Kab. Kendal. Target pertama pemakaian server ini secara luas adalah saat pelaksanaan try-out ujian nasional, di mana nantinya peserta try-out akan melaksanakan try-out ujian tanpa kertas, cukup dengan melakukannya lewat komputer yang ada di sekolah masing-masing.
Adapun untuk para peserta workshop, sertifikat workshop Pesantren Sabily dapat diperoleh dengan syarat peserta mampu menunjukkan surat keterangan yang ditandatangani kepala sekolahnya masing-masing yang menyatakan bahwa peserta tersebut telah mampu me-migrasi-kan minimal 5 komputer di sekolahnya. Diharapkan dengan adanya dorongan seperti ini, para mantan peserta pelatihan akan lebih bersemangat melakukan migrasi Open Source di lingkungan kerjanya.
Adapun di SMA Muhammadiyah 1 Weleri sendiri, akan dibentuk satu tim, yakni Tim Layanan Migrasi Open Source untuk pendidikan di wilayah Kab. Kendal. Nantinya tim ini akan memberikan layanan berupa migrasi, konsultasi, dan pelatihan untuk lebih memasyarakatkan Open Source di lingkungan pendidikan Kab. Kendal.

F. Penutup
Demikian laporan pelaksanaan Workshop Nasional Linux untuk Pendidikan, Pesantren Sabily 2009, bersama Dr. Onno W. Purbo dan Agus Muhajir, S.Kom., di SMA Muhammadiyah 1 Weleri, tanggal 5 – 6 September 2009.

1 komentar:

Eni Notes mengatakan...

sungguh kegiatan yang bermanfaat